Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2022

Prolog : Bukan Setoples Nastar

Gambar
    Bukan Setoples Nastar  Baca sampai selesai ya...  Ini apa sih? Bukan setoples nastar, mungkin sekeping rindu. Entah apa yang kutulis. Hanya ingin merekam saat-saat ini agar terpatri dalam hati. Katanya, sesuatu baru terasa berharga setelah tiada. Tapi, aku tak ingin masa-masa ini terlewati begitu saja. Maka izinkan si hati rapuh ini tantang wahana, mencoba mengukir prasasti yang tidak jelas isinya apa. Di Sepertiga Malam A ngin dingin pukul 3 pagi menyelinap melalui sela-sela gorden yang tak tertutup rapat. Seisi kamar masih gelap sebab para penghuninya masih terlelap. Sepasang mata terjaga, menyelami suasana di antara berisiknya alarm yang berulang kali mati dan menyala. Tap, suara seseorang menyalakan saklar lampu di dekat pintu. “Sahur sahur.. Yuk bangun sahur,” ajak seseorang “Nanti ajaaa, setengah empat,” jawab sebuah suara lalu bergelung kembali dalam selimut.   Selalu Mengingatmu: Jemuran        ...