Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2023

Catatan Ke Dua Puluh Tiga

Gambar
 Catatan Ke Dua Puluh Tiga, 3 Muharram 1445 H Cawan Usia   Cawan usia mulai bertangkup kerak Terisi mimpi yang dikubur dan dibiarkan berserak Tertimpa harap dan pikiran-pikiran penuh sesak Dasarnya tertutup selapis pudar semangat Tepiannya ringkih terbentur dinding kenyataan menggurat Terlanjur rapuh dan pecah sebelah Tersiram secangkir sepi dan setetes amarah Berdenting ditabuh sesendok rasa bersalah Cawan usia menanti pemiliknya Membasuh piranti dan mengisinya dengan setangkup cita Atau barangkali, juga segenggam cinta   Semarang, 31 Agustus 2022   ----------------------------------------------- Serasi Tak Serasa Dekat layaknya Merapi dan Merbabu Indah dari kejauhan membentang biru Bersisian dan saling mengayomi Sejuk nian ucap penduduk bumi   Merapi nan gagah Merbabu nan setia Sepasang yang tak bisa dipisah Seolah tersihir mantra dalam risalah   Mereka bilang kita serasi Bunyi doa:  pasangan sejati Satu hal  tersem...

Membaca Burung-Burung Manyar

Gambar
  Membaca “Burung-Burung Manyar”   Sejujurnya, sudah sejak awal tahun pertama bangku SMA, novel ini saya ketahui. Novel berlatar masa perang kemerdekaan ini awalnya saya kira dari judulnya bukan sebuah novel sejarah. Anak sejarah yang tidak sejarah-sejarah amat ini akhirnya setelah tujuh tahun berlalu, baru benar-benar membaca novel ini secara keseluruhan. Sebenarnya sering pula semasa kuliah, melihat novel ini di kampus. Tapi entah kenapa, belum ada ketertarikan untuk membacanya. Membaca roman karya Y. B Mangunwijaya seolah mengantarkan saya berpetualang dalam lorong waktu di masa perang kemerdekaan. Tapi cerita ini menyuguhkan sudut pandang yang berbeda. Cerita ini dimulai dari tahun 1934-1944 saat sang tokoh utama, Setadewa alias Teto masih remaja. Dikisahkan Setadewa atau Teto adalah seorang “anak kolong”, putra seorang Indo dan keturunan Belanda. Dibesarkan di tengah keluarga militer KNIL menjadikan ia seorang prajurit. Hal-hal yang terjadi seiring zaman perang di Hi...