142

142 – Ingatkan Aku




142, hanya sebuah draf yang terlupakan sejak setahun lalu. Bertajuk Ingatkan Aku, sebab diri ini seringkali lupa dan luput akan banyak hal. Mari ingat kembali apa-apa yang perlu ditandai, setahun belakangan ini.


142 - Yang  Terlupakan                          

Ketika kita ditanya, "Siapakah orang yang kamu cintai?", lalu

siapa orang yang terpikirkan?

Si dia? Orang tua? Adik kakak? Keluarga? Saudara? Idola?  Your crush? Atau siapa? 

 

.

 

.

 

.

 

 

Siapapun itu yang kita sebutkan, ada satu nama yang sering kita lupakan.

Dia yang seharusnya kamu sebut paling awal.

 

Ya, Anda lah orangnya.

Dirimu sendiri. 

 

Bukankah diri sendiri juga harus dicintai?

Salah satu lirik lagunya The Script yang familiar di telinga saya adalah: "How can you love if you don't love yourself, you can't love no one else." Love yourself first everybody. Alunan lain yang juga familiar di telinga kita dari salah satu iklan produk minuman hits. "Cintai ususmu, minum yakult tiap hari." Nah kan, rupanya secara tersirat produser iklan ini menggunakan  gagasan love yourself. Ingatkan aku, jaga kesehatan.

Ragamu, dirimu beneran harus kamu cintai. Berkaca pada setahun belakangan ini, menjadi dan menyaksikan sendiri mahasiswa tingkat akhir, saya ingin menghighlightnya. Tolong jaga kesehatan diri. Masih terasa baru di telinga kita, berita seorang mahasiswa yang meninggal dunia di kamar kostnya. Betapa memilukannya. Jadi tolong wahai diri, ingat kan setiap orang rumah telfon, pesan pertama pasti kalau ngga “Hati-hati di sana” ya “Jaga kesehatan” kan? Seriusan deh, mau diingatkan pakai apa lagi? Kesehatan itu utama.  Ragamu kamu yang punya, sehat atau tidaknya tergantung apa yang kamu lakukan dan apa yang kamu makan.

Tubuh yang sehat, pikiran pun sehat. Maka tolong, jaga kesehatan ya. Tubuhmu punya hak untuk istirahat. Ia punya hak untuk mendapatkan rehat. Ia punya hak, bukan cuma berkewajiban menemanimu bersusah payah mengejar cita-cita. Seriusan deh, jangan disepelekan. Justru karena kamu punya banyak impian yang harus dikejar, ragamu yang mau kamu ajak lari harus kamu perhatikan, sering kamu isi ulang. Mumpung masih diingatkan. Jangan sampai baru sadar ketika “si pengganggu kesehatan” mulai mengetuk pintu. Jangan sampai. Jadi, jaga kesehatan ya. Fisik dan batinmu.

142 – Tidak Semua Bunga Mekar Bersamaan

Di satu petak taman, bunga melati masih menanti kuncupnya mekar. Di satu sudut lainnya, bunga matahari telah mekar menatap sang surya. Di sisi taman yang lain, ada biji yang baru tumbuh tunasnya. Di sisi yang lain pula, ada pohon angsana yang sedang gugur daunnya. Sementara di sudut lainnya, pohon mangga ranum buahnya. Tidak semua bunga mekar bersamaan bukan?

Ingat apa kata Farel? Ojo Dibandingke.

Ingat juga kata JKT48, “Jangan bandingkan jarak terbangnya, tapi bagaimana dan apa yang dilalui.”

Someone graduated at 21 and waited 6 years to get a good job. Someone else had no education but became a millionare at 21. Someone got married at 25 but divorced 5 years later. Someone else got married at 30 and found everlasting love. Trust the timing of your life. You are not late. You are not early. You are on time. On your time. As long as you don’t quit.

Di usia dua puluhan, barangkali sering kamu merasa terlambat dan membandingkan akan beberapa hal. Teman-teman sudah lulus kuliah. Sementara yang lain sudah sukses di tempat kerja. Sebagian sudah menikah dan punya momongan. Sebagian yang lain sudah meniti jalan menuju pelaminan. Sementara dirimu sendiri? Mungkin masih berkutat pada tugas akhir. Mungkin masih berusaha melamar kerja di berbagai tempat. Mungkin masih belum juga menemukan ‘hilal’. Tidak masalah, bukankah tidak semua bunga mekar bersamaan? Lelah pasti kalau terus membanding-bandingkan jalanmu dengan orang lain. Setiap orang punya masanya. Punya gilirannya untuk setiap fase hidup. Punya prosesnya masing-masing. Kamu  tidak terlambat, selama kamu tidak diam di tempat. Bukankah kisah hidup kita sudah dirancang sedemikian rupa oleh-Nya? Bukankah masa depan dirahasiakan agar kita tetap berusaha dan selalu punya harapan?

Pula,

“Hanya karena kamu berhasil melewatinya dengan mudah, bukan berarti kamu bisa meremehkan mereka yang masih berjuang keras untuk mengusahakannya.” -Mba HF

142 – Berprasangka Baiklah

Satu hal lagi yang kupelajari setahun ini, berprasangka baiklah. Kalau kita coba lihat ke belakang, sebenarnya sebagian besar rencana-rencana besar yang sudah terwujudkan, tidak lepas dari bagaimana prasangka kita. Setahun ini, sering membatin tentang apa yang saya harapkan terjadi. Dan memang benar, seperti firman-Nya, “Aku sesuai dugaan hamba-Ku terhadap-Ku.”

Dan tentu saja, ini juga berlaku untuk rencana-rencana yang mungkin tidak sesuai harapanmu. Barangkali, Allah punya maksud lain yang jauh lebih baik untukmu. Berprasangka baiklah. Kamu bisa jika kamu berpikir kamu bisa.

142 - Tidak Mungkin Menyenangkan Semua Orang

Saat kamu memutuskan melakukan suatu hal, setelah melalui pemikiran yang mungkin tidak singkat, lakukan saja. Mungkin ada satu pihak yang tidak berkenan. Di sisi lain, ada pihak yang merasa diuntungkan. Tapi bukankah kamu memang tidak  bisa menyenangkan semua orang? Circlemu ngga cuma satu, pahami itu. Capek sendiri kan kalau  berusaha menyenangkan semua orang? Mengiyakan semua ajakan bukankah melelahkan? Beranilah berkata tidak kalau memang kamu tidak berkenan. Jadi orang ngga enakan memang ngga enak.

142 - Tidak Ada Yang Kebetulan

Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Bukankah semuanya telah diatur sedemikian rupa oleh-Nya? Qodarullah. It’s not coincident, it’s destiny. Setiap orang yang bertemu dalam garis interaksi hidup saya, tentu bukan sebuah kebetulan. Pasti ada alasan mengapa dipertemukan. Entah untuk saling memberi pelajaran atau hanya sekadar lewat dan jadi kenangan. Apapun yang terjadi di hidup kita, pasti ada alasan di baliknya. Walaupun mungkin kita tidak serta merta langsung memahaminya, tapi barangkali beberapa waktu atau bahkan jauh-jauh hari setelah peristiwa itu terjadi, kita baru bisa mengambil hikmahnya. You know, perasaan seperti “Oh jadi begini ya maksud-Nya.”

2022 satu tahun yang luas biasa. Januari yang penuh hujan air mata. Februari yang bisa-bisanya (sampai sekarang saya pun tidak tahu kenapa) kok bisa, daftar KKN angkatan pertama wkwk. Lalu empat bulan  berikutnya, Maret-April-Mei-Juni yang penuh cerita dan drama di desa orang dengan sekelompok manusia yang luar biasa. Juli-Agustus yang agak-agak hampa, banyak gabutnya. September yang kok cepet banget rasanya. Oktober yang berdarah-darah hehe. November dan kuasa-Nya. Dan Desember yang Maasyaa Allah baru sadar ternyata ada alasan di balik setiap peristiwa.

Perjalanan setahun belakangan agaknya perlahan membentuk diri saya. Saya masih takjub pada bagaimana Allah menyusun alur kisah di tahun ini yang begitu luar biasa. Jadi, ingatkan aku ya bahwa kun fayakun-Nya itu ada, dan Dia tak pernah salah menulis jalan cerita hidup manusia. Kita saja yang telalu buta untuk memahami bahasa cinta-Nya. Kita saja yang terlalu penuh kekurangan sampai-sampai tidak bisa menangkap maksud-Nya.

Tiada yang meminta seperti ini

Tapi menurutku, Tuhan itu baik

Merangkai ceritaku sehebat ini

 

142 - Jangan Memandang Rendah Dirimu Sendiri

Hei, serius deh, topik soal insecurity itu ngga ada habisnya. Segemuk-gemuk ikan, pasti ada durinya. Semua orang punya kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Jangan merasa kamu bukan siapa-siapa. Jangan fokus pada kekuranganmu saja, pada sesuatu yang kadangkala berada di luar kuasamu. Fokuslah pada potensi-potensi yang kamu punya.

Ingatkan aku ya, agar belajar mengurangi insecure. Tidak lagi merasa seperti remah-remah rempeyek yang berharap masuk ke kaleng Khong Guan. Ketidaksempurnaan itu jelas ada, tapi terimalah itu sebagai bagian dari dirimu. Kesempurnaan itu ketika kamu  mampu berdamai dengan ketidaksempurnaanmu dan terus memperbaiki diri. Kamu berharga, apa adanya.

Ingat kata Yura Yunita,

Aku tak sempurna

Tak perlu sempurna

Akan kurayakan apa adanya

 

Ingatkan aku bahwa,

“Jangan memandang rendah dirimu sendiri. Bagi dunia kamu mungkin  hanya seseorang, tapi bagi seseorang kamu mungkin dunianya.”

 

Ingat bahwa,

“Kehidupan yang hari ini kamu keluhkan, adalah impian bagi ribuan orang di luar sana yang mungkin tidak seberuntung kamu.”

 

Ingat bahwa,

“Ketika kamu  merasa tidak bahagia dengan hidupmu, ketahuilah ada seseorang yang merasa bahagia hanya karena kamu ada.” (Habib Umar bin Sholeh Al-Hamid)

 

Ingat bahwa,

“Di hadapan orang yang mencintaimu, segala tentangmu akan menjadi istimewa. Kurang dan lebihmu akan menjadi kesempurnaan yang selalu mendapat tempat penerimaan di hatinya.

Jika kamu mulai ragu akan dirimu, sebenarnya kau sedang menggores luka di hari orang yang mencintaimu.

Cintai dirimu, maka mudah bagimu untuk melihat banyak cinta ada di sekitarmu.”-Mba EF

 

 

142 – Perbanyak Sabar dan Syukur

Di antara sekian banyak hal yang terjadi dalam hidup, dunia akan terasa sempit kalau kita hanya fokus pada apa-apa yang tidak sesuai kehendak kita. Padahal kalau kita mau lebih berlapang dada, jumlah hal yang harus disyukuri jauuuhh lebih banyak dari hal-hal yang kita keluhkan. Alhamdulillah masih hidup, bernapas, dan punya kesempatan di hari ini. Tidak ada senang yang selamanya, begitu pula tidak ada sedih yang selamanya. Namanya juga dunia, hari ini sedih, barangkali besok senang. Perbanyak sabar, perbanyak syukur.

 

142 – Bentuk Lain Rezeki

Jangan kamu mempersempit pemahamanmu bahwa rezeki hanya ada dalam bentuk materi. Sungguh, rezeki lebih luas dari itu. Punya teman yang selalu mengingatkan akan kebaikan juga rezeki. Punya teman yang baik hati, suka menolong juga rezeki. Punya keluarga yang mendukung cita-citamu, juga rezeki. Punya ibu kost yang baik, juga rezeki. Dilancarkan urusanmu, juga adalah rezeki. Rahmat-Nya begitu luas, kita saja yang terlalu sering mempersempitnya.

 

142 – Jujurlah Pada Dirimu Sendiri

Seseorang menasehati saya, “Sebenarnya hatimu tahu apa yang kamu mau.” Jujur saja, jangan menahan diri terus. Tertawalah saat ingin tertawa. Menangis saat ingin menangis. Ceritalah saat ingin bercerita. Apapun yang kamu rasakan, akui saja pada dirimu. Jangan mengelaknya. Jangan bohongi dirimu lagi. Biarkan saja ia mengalir. Sebab hati bukan saklar yang bisa kamu atur seenaknya, on atau offnya. Biarkan hatimu bicara. Kalau soal rasa, hatimu tidak bisa dusta. Iya maka iya.

 

142 - Bukan Milikmu

Semua hanya titipan, bahkan dirimu sendiri pun bukan milikmu.

 

 

 

Satu lagi, ingatkan aku.

Do the best and always pray

“Tetap semangat dan terus berjuang, karena kamu adalah bagian dari doa seseorang.” -WN

 

 

Terima kasih. Alhamdulillah ‘ala kulli hal.

 

 

Bumiayu, 31 Desember 2022

 

 

------

Mar

 


Komentar

  1. Km sengaja nulis ini buat aku ya?! Kok ngenaaaa

    BalasHapus
  2. berhenti ingin tau selama satu tahun, setelah selesai studi kembali disini. Thankyou the best of you and open your heart, folow your prophet. terimakasih kutipan Tiada yang meminta seperti ini

    Tapi menurutku, Tuhan itu baik

    Merangkai ceritaku sehebat ini

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

[History #1] Hubungan Sriwijaya dan Mataram Kuno

Menjadi Guru SMA

Anak Sulungku: Catatan 20-an