Postingan

Menjadi Guru SMA

Gambar
Aku, Mereka, dan Masa Putih Abu-Abu Melihat mereka bercengkrama, pentas seni, dan berfoto bersama, rasanya baru kemarin saya menjadi mereka. Mengenakan seragam putih abu-abu di tempat yang sama. Tapi hari ini kehadiranku telah berbeda seragam. Aku yang seorang angkatan 34, tahun ini mengajar angkatan 43. Beberapa waktu ini mendengarkan kabar dari anak-anak didik yang telah lulus, aku turut bangga dan berbahagia. Baiklah, mari bercerita.

Anak Sulungku: Catatan 20-an

Gambar
  Anak Pertamaku : Catatan 20-an Hidup adalah pelajaran berharga, dan masa muda adalah kelas pertamanya. Hai, perkenalkan, ini anak sulungku, namanya Catatan 20-an . Anak pertama yang butuh bertahun-tahun sampai bisa dilahirkan dan sampai di tangan kalian. Si sulung, buku solo pertamaku ini memang hanya sebuah buku tipis yang tak lebih dari 150 halaman. Tapi, percayalah, ia adalah saksi dari hari-hari masa mudaku yang tidak tercipta dalam sekali duduk dan semalam suntuk. Ia lahir dari perjalanan panjang yang diam-diam kusimpan sejak 2020. Draf yang sebenarnya lebih seperti catatan random yang bermula dari ide-ide acak yang melintas di kepala. Catatan yang kutulis di sela-sela kuliah online, di malam-malam yang terasa terlalu sunyi. Saat itu, aku tak pernah membayangkan bahwa potongan-potongan kalimat itu akan menjelma sebuah buku. Aku hanya menulis agar mengingatnya, masa muda yang tak selalu cerah, tentang pencarian yang kadang tak pernah selesai. Sebag ai seorang pembaca...

Cerita Bangga Menjadi Guru - WIT 2024

Gambar
Bangga Menjadi Guru: Mendidik dengan Hati agar Sampai Ke Hati Halo, perkenalkan saya Mar’atus Sholekha, guru di SMA Islam Ta’allumul Huda Bumiayu. Saya ingin berbagi cerita tentang perjalanan menjadi guru. Menjadi seorang guru bukan sekadar profesi, melainkan sebuah panggilan hati. Ketika memilih menjadi guru, seseorang tidak hanya memilih untuk mengajar di depan kelas, tetapi juga memilih untuk menginspirasi, membentuk karakter, dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah bagi generasi mendatang. Mengapa memilih menjadi guru? Banyak orang bertanya, “Mengapa memilih menjadi guru?”. Kecintaan terhadap ilmu pengetahuan membawa saya pada perjalanan menjadi seorang guru. Saya senang belajar dan berbagi. Salah satu profesi yang lekat dengan ilmu dan berbagi tentunya adalah guru. Dengan menjadi guru, saya merasa berkesempatan untuk berbagi banyak hal dengan siswa. Seorang guru bukan hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga menciptakan momen berharga dalam hidup siswa, di man...

Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Gambar
Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Kita terbiasa memasang earphone saat tak ingin diganggu. Kita terbiasa menutup pintu kamar saat tak ingin berinteraksi. Kita terbiasa berpura-pura memejamkan mata agar dikira tertidur. Kita terbiasa mengambil jalan yang memutar agar tak bertemu orang-orang. Dalam keseharian, pasti ada satu hal kecil yang kita jadikan sebuah pelarian. Bukan, aku bukan hendak mengadili semua pelarian itu. Aku hanya sedang ingin sedikit melarikan diri dari kepenatan. Hanya sedikit saja mengistirahatkan diri dari hiruk pikuk pikiran. Dari banyaknya pertanyaan di benak. Saat hari-hari yang kita lalui terasa berat, pikiran penat, raga tak sehat, dan hati tak semangat kadangkala manusia memang butuh sedikit pelarian. Bukan untuk menghindar, bukan pula untuk menjauh dari segala persoalan kehidupan. Tapi untuk sejenak memejamkan mata dan menghela napas. Bukan untuk melepaskan diri dari tanggung jawab, tapi untuk sebentar saja berpikir bahwa semuanya baik-baik saja. Bukan u...

Living, Loving, Learning, Growing

Gambar
  2023: Living, Loving, Learning, Growing Hanya beberapa catatan kecil tentang hal-hal acak di keseharian sepanjang 2023 ini. Sopo Ngerti Kalau orang Barat mengatakan,  “What If?”  maka orang Jawa seringkali mengatakan  “Sopo ngerti”.   Seringkali dalam menghadapi    banyak drama-drama kehidupan, saya kagum pada prinsip hidup orang Jawa. Mungkin terdengar sederhana, tapi sebenarnya memiliki kedalaman makna. Bayangkan, ketika dihadapkan pada situasi yang tidak menyenangkan, orang Jawa selalu punya kelapangan hati untuk berprasangka baik. Contoh kecil: ·           Seorang pedagang keliling sudah sedari pagi belum melayani pembeli hingga sore menjelang. Dagangannya masih utuh padahal sudah berkeliling jauh. Tapi apa yang dikatakannya?  “Ah ora popo, sopo ngerti bar iki ono sing tuku”  lalu melanjutkan jualannya. ·           Ketika ditolak dalam rekrutmen...