Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Nomor Dua

Gambar
  Pict by Pinclipaart Nomor Dua   “Siapakah orang yang pertama kali mendarat di bulan?” Tak ragu kita akan menjawab Neil Armstrong. Tapi, siapakah yang kedua setelah Armstrong? Tidak ada yang mengingatnya. Tidak ada orang yang mau susah payah mengingat siapa yang kedua.   Kutipan di atas adalah potongan dialog di sebuah film legendaris. Di kehidupan nyata, orang-orang berlomba menjadi nomor satu. Jadilah nomor satu. Jadilah yang paling. Dan hal-hal serupa. Tapi di tengah   tuntutan untuk selalu menjadi nomor satu, beberapa waktu lalu saya membaca sebuah pesan dari seorang kakek yang kata-katanya begitu menyentuh. Saya tidak menonton series yang beliau bintangi, tapi kata-kata beliau di sebuah wawancara benar-benar dalam maknanya. Kakek Oh Young Soo berkata: “Seringkali masyarakat kita memperlakukanmu seolah-olah kamu harus menjadi yang nomor satu. Tapi jika dipikir-pikir, tempat kedua mungkin kalah dari tempat pertama, tetapi dia telah mengalahkan t...

Bukan Karena Sebuah Nama

Gambar
  Bukan Karena Sebuah Nama Prolog “Mar’a, kamu selamanya tidak akan pernah menjadi istri saliha seperti namamu. Kalau kamu......”, ucapku ambigu. Kata orang, nama adalah doa. Kata orang pula, bahwa di balik identitas yang mereka sebut   ‘nama’ tersimpan doa terbaik dan harapan besar orang tua terhadap anaknya. Tapi, apakah sebuah nama dengan makna yang indah benar-benar sebuah panggilan berharga? Atau justru adalah   beban yang membuat   si pemilik nama berusaha menjadi versi paling sempurna seperti nama pemberian orang tuanya? Jika nama adalah doa terbaik, kalau begitu, izinkan aku menceritakan padamu seorang perempuan bernama “Mar’atus Sholekha”. Dua kata yang katanya adalah predikat terbaik yang disematkan bagi perempuan terbaik. Dua kata yang bahkan disebutkan oleh Rasulullah sebagai sebaik-baik perhiasan dunia. Perempuan yang salih, begitulah arti dua kata tersebut. Tapi, apakah benar Mar’atus Sholekha yang kukenal benar-benar seindah namanya? Atau jik...

Cenderamata dari Pandawa

Gambar
  Cenderamata dari Pandawa   Cenderamata • Indonesia cen .de.ra ma.ta /cêndêra mata/ n.   pemberian (sebagai kenang-kenangan, sebagai pertanda ingat, dan sebagainya); tanda mata. ------------------------------------------------   Sumber: Koleksi pribadi      Laut biru terhampar luas menyambut kami siang itu. Kedua mata seolah disuguhi ucapan selamat datang dari riuh ombak. Awan-awan putih seperti kapas yang mengisi kolom langit membentang seolah tak berbatas. Hari itu memang cukup terik, tapi pemandangan ini terlalu menarik untuk ditampik.      Sambil menyelam minum air, hari Kamis, 13 Februari 2020 di sela-sela kajian peninggalan sejarah di Pulau Dewata, kami mengunjungi Pantai Pandawa. Agenda besar kami adalah Kajian Peninggalan Sejarah (KPS) yang diikuti oleh mahasiswa Jurusan Sejarah Universitas Negeri Semarang angkatan 2018 dan 2019. Di sela serangkaian jadwal kajian, agenda semi-liburan alias liburan kecil-kecilan tentu me...

Mengenal Sisi Lain Bung Hatta dari Novel Biografi Hatta: Aku Datang karena Sejarah

Gambar
  Mengenal Sisi Lain Bung Hatta dari Novel Biografi Hatta: Aku Datang karena Sejarah Kisah hidup Bung Hatta yang kita kenang sebagai salah satu tokoh berjasa dengan segudang kisah perjuangannya tentu menarik untuk ditelusuri. Bapak Proklamator yang satu ini tidak habisnya memberikan semangat dan inspirasi bagi banyak orang. Raganya memang sudah tidak bersama kita, tapi kisah hidupnya akan terus mengilhami. Orang-orang masih terus bertanya tentang bagaimana sejarah beliau di balik perjuangannya serta kisah-kisah lain yang mungkin belum kita ketahui. Salah satu tulisan yang dapat mengajak kita mengenali beliau adalah biografi berjudul Hatta: Aku Datang karena Sejarah karya Sergius Soetanto. Kalimat “Sesuatu yang selalu mahal harganya: kesederhanaan” menjadi pembuka biografi ini. Satu kalimat pengantar yang seolah mengajak pembaca untuk lebih dekat dengan Bung Hatta melalui kesederhanaan beliau. Perjalanan hidup Bung Hatta dapat kita telusuri dalam buku setebal 360 halaman karya...

PPKM

Gambar
  PPKM (Postingan-Postingan Kata Mereka)   Halo, apa kabar teman-teman? Semoga selalu sehat dan bahagia. Orenmanirago. Long time no see. Hope you’re happy and keep healthy. Keep with mask with no mess up, please. Teman-teman di mana pun berada, jangan lupa jaga kesehatan: Kesehatan pikiran dan badan.   Sambil mengisi liburan, stay at home and read this post. Siapa tahu postingan ini bisa increase imun dan mood kawan-kawan.   Ini postingan apaan sih kawan? Hehe kali ini yang ringan-ringan aja ya, nggak perlu panjang-panjang.   Bisa dibaca sambil rebahan. Jadi pengingat singkat  buat hati dan pikiran. Sudah ya, langsung saja, jangan kelamaan. (Disclaimer: Diperoleh dari berbagai sumber, buku-buku, social media, film dll --termasuk story teman, hehe. Ada banyak tema, acak pokoknya.)   A “ Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit adalah berharap pada manusia.”-Ali bin Abi Thalib Bukankah berharap pada m...