[Her Story #8] Writing Anything


[Her Story not HisStory #8] Writing Anything

 

 Writing Anything 



Sumber: Dokumentasi Pribadi

 

Halo, bagaimana kabar? Lho sudah ganti tahun ya? Sudah 2021 rupanya.

Alhamdulillah, for everything.

 

2020 sudah terlewati, di manakah kenangan-kenangan setahun silam tersimpan?

Bukankah ada banyak pelajaran berharga yang mesti kita ingat?

2021, bagaimana? Sudah tulis rencana? Planning? Resolusi? Target?

 

Kata siapa menulis hanya pekerjaan seorang penulis saja? Sebenarnya kegiatan menulis bisa dilakukan oleh siapa saja.

Di masa serba digital ini, masih ada kah orang-orang yang menyempatkan diri menulis catatan harian, diary, dan semacamnya? Mungkin bagi sebagian orang, menulis diary terkesan kuno dan kekanakan. Padahal.... Menuliskan apa yang sedang dirasakan, hal-hal sepele sehari-hari, impian-impian, dll  ternyata bisa jadi penghilang stres lho. Masa sih? Dulu mungkin kita lebih mengenal diary, sekarang mungkin  tidak asing dengan istilah “Bullet Journal” alias “Bujo”, “Planner”, “Journaling”, dan sebagainya. Apakah sama?

1.       1. Planner




Planner yang secara harfiah kita pahami sebagai “perencana” biasanya berupa tabel atau fitur-fitur yang mengatur jadwal harian, bulanan, tahunan. Planner juga bisa berisi fitur tertentu untuk merencanakan goals atau target misalnya diet, olahraga, target ibadah, dan sebagainya yang berhubungan dengan progres kegiatan. Planner biasanya sudah memiliki fitur yang tersusun mencakup tabel-tabel tertentu sebab tujuannya adalah mengetahui tracking atau progresing kegiatan. Planner dapat dilakukan secara manual dalam planner book maupun planner digital melalui aplikasi.

2.      2.  Journaling



Picture by pinterest

Journaling alias menulis jurnal singkatnya semacam menulis diary. Hanya saja, yang saya pahami selama ini, diary lebih menekankan pada aspek penulisan kisah harian yang bentuknya naratif. Adapun journaling merupakan kegiatan menulis atau menuangkan berbagai hal (pikiran, perasaan) dalam suatu media. Saat journaling, penulis bebas mengekspresikan hal-hal yang ingin ditulis. Berbeda dengan planner yang sudah tersusun rapi. Dalam journaling, seseorang dapat menulis hal-hal acak, mood hari ini, rencana postingan youtube, daftar buku yang sudah dibaca, playlist, dan sebagainya, sehingga journaling bersifat lebih ekspresif. Sekarang ini, journaling merupakan tren menulis yang menarik dan banyak referensi di berbagai media, baik journaling manual maupun digital. Ada berbagai saluran yotube dan media sosial yang secara khusus memberikan tips journaling yang bisa diikuti. Jurnal ada berbagai macam jenisnya, misalnya:

 

a.       Bullet Journal


Picture by Pinterest

Bullet journal biasanya berisi fitur-fitur yang  beragam dan disesuaikan dengan kebutuhan atau selera masing-masing. Jadi, bullet journal dapat menampung planner, tracking mood, habit, task list, playlist, book list, dan sebagainya.

b.       Doodle Journal


Picture by Pinterest




Dokumentasi pribadi



Doodle journal merupakan bentuk jurnal berisi karakter-karakter doodle art yang mewakili emosi atau perasaan penulis di hari tersebut.

c.       Gratitude Journal


PIcture by Pinterest

Gratitude journal berisi tulisan-tulisan tentang hal-hal yang disyukuri. Bentuk jurnal ini diharapkan dapat membuat penulis lebih menghargai hidup.

3.       3. Diary





Diary yang kita kenal adalah buku catatan harian yang berisi cerita kegiatan atau perasaan. Diary biasanya dimulai dengan “Dear Diary”, jadi seolah sang buku diary adalah teman bercerita si penulis. Penulis akan membubuhkan tanggal dan menceritakan kesehariannya dalam bentuk cerita. Cerita yang mengalir dalam diary membuat penulis seakan sedang berbincang dengan sahabat. Diary biasanya memuat hal-hal yang tidak ingin kita ceritakan pada orang lain, sehingga buku harian seolah menjadi penjaga rahasia. Apa saja yang bisa ditulis dalam buku harian? Ya, apa saja. Bisa berupa catatan kegiatan, ide, perasaan, dan sebagainya.

 

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Menuliskan hal-hal yang dipikirkan atau dirasakan ternyata banyak manfaatnya lho teman-teman, baik diary, planner, maupun journaling. Dalam bidang psikologi, dikenal terapi menulis atau writing therapy  yang menjadi salah satu bentuk healing untuk kesehatan mental. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini beberapa manfaat menulis (writing therapy):

a.       1. Mengatasi depresi dan stres

Ada banyak penelitian yang mengatakan bahwa menulis merupakan salah satu cara untuk mengatasi depresi dan stres. Dengan menuliskan perasaan, seseorang akan dapat mencurahkan emosi-emosi terpendam dalam jiwanya dan menjadi lebih lega seolah beban yang ditanggung perlahan menguap sehingga dapat memperbaiki suasana hati. Orang-orang yang memiliki kesulitan bercerita dapat lebih leluasa menuliskan perasaannya.

b.       2. Melatih kedisiplinan

Merencanakan berbagai hal dapat membuat kegiatan sehari-hari menjadi lebih tertata. Misalnya, mahasiswa dengan banyak tugas dapat menuliskan task list mingguan sehingga dapat menentukan prioritas kegiatan.

c.       3. Merefleksikan pikiran dan perasaan dengan lebih  jelas

Kadangkala kita sulit menyelesaikan suatu masalah karena tidak memetakannya dalam tulisan. Apa yang dirasakan, apa yang dipikirkan, dan bagaimana hubungan antara berbagai hal dapat ditulis agar memperoleh gambaran yang lebih jelas. Dengan menulis, kita meninjau ulang berbagai hal sehingga dapat lebih bijak menghadapi situasi.

d.       4. Belajar memahami sudut pandang orang lain

Dengan memetakan hubungan berbagai hal, kita bisa belajar memahami sudut pandang orang lain dan tidak serta merta setuju atau tidak setuju dengan suatu opini.

e.      5.  Melatih kretivitas, imajinasi, motivasi, memori

Menulis jurnal harian dapat melatih kreativitas dengan memunculkan fitur-fitur atau hiasan menarik. Selain itu, journaling maupun diary dapat membantu kita menyimpan memori yang akan menarik dibaca di masa depan.

f.        6. Menuliskan hal-hal positif dapat membentuk perasaan berharga dan bersyukur.

g.       7. Mengorganisir ide, pikiran, dan inspirasi. Misalnya, membuat mind mapping dalam jurnal.

hk-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



Picture by Pinterest


Tips Journaling

1. Menulis secara rutin, cukup sisihkan 20 menit sehari.

2. Mulai saja, biarkan tulisan mengalir tanpa perlu banyak berpikir. Tujuannya agar apa yang kita tulis benar-benar merupakan ekspresi diri. Jangan mengecek atau memeriksa tulisan sebelum selesai. Biasanya ada feels yang berbeda antara tulisan yang mengalir dengan yang sengaja disunting. Salah satu kunci utama journaling adalah "No rules". Tulislah saja tanpa memikirkan spelling, ejaan, dsb selama tulisan itu untuk kita nikmati sendiri.

3. Tulislah di tempat yang tenang dan jauh dari distrasi agar pikiran dapat terfokuskan.

4. Pilihlah satu tema  untuk setiap hari. Misalnya, senin untuk book, selasa untuk habit, rabu untuk food, kamis untuk sport, dst.

5. Buatlah sekreatif mungkin, kamu bisa menambahkan tape, notes, dan pita, dan sebagainya.


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Jadi, jangan beranggapan bahwa menulis diary itu sesuatu yang kuno ya. Ternyata banyak kan manfaat menulis? Menulis dapat menjadi sarana healing yang mudah dan murah untuk kesehatan mental kita. Selamat menulis.

 

 

 “What a comfort is this journal I tell myself to myself and throw the burden on my book and feel relieved.” Anne Lister


"Through your writing you’ll discover that your journal is an all-accepting, nonjudgmental friend. And she may provide the cheapest therapy you will ever get. Best of luck on your journaling journey!" (Maud Purcell)



Referensi: 

Danarti, Nevy Kusuma, dkk. 2018. Pengaruh Expressing Writing Therapy Terhadap Penurunan Depresi, Cemas, dan Stres pada Remaja. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 48-61.

Fitria, Ida, dkk. 2016. Menulis Ekpresif untuk Anak Jalanan: Suatu Metode Terapi Menulis dalam Diary Melalui Modul Eksperimen. Jurnal Psikoislamedia, 125-139, I: 1.

Pizzaro, Judith. 2004. The Efficacy of Art and Writing Therapy: Increasing Poistive Mental Health Outcomes and Participant RetentionAfter Exposure to Traumatic Experience. Art Therapy: Journal of the American Art Therapy Association, XXI: 1, 5-12.

Samsuddin, Mohd. R. 2018. Terapi Menulis Dalam Meningkatkan Self Confidence Seorang Mahasiswi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Surabaya: UIN Sunan Ampel .

 Purcell, Maud. 2014. The Health Benefits of Journaling. 

 

 

 

 

 

Bumiayu, 1 Januari 2021

@maratuss_sholekha

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[History #1] Hubungan Sriwijaya dan Mataram Kuno

Menjadi Guru SMA

Anak Sulungku: Catatan 20-an