Pesan Berbintang

 

 Pesan Berbintang






 

Berawal dari pertanyaan seorang teman,

“Mar, kamu kemarin KKN apa aja persiapannya? Belajar apa aja di sana?” ucap seorang mahasiswa tingkat akhir yang  baru mau ikut KKN. Maka lahirlah tulisan random ini.

 

Saya teringat dengan salah satu kutipan,

“Dari setiap orang kita bisa belajar sesuatu.”

Well, even a dead clock shows correct time twice a day.

I learn a lot. Let me  share  this, in case you’ll join “KKN” too.

 

Sebuah tulisan saya temukan di lembar terakhir buku catatan saya, bertanggal 15 Februari 2022. Tulisan warna-warni itu agaknya ditulis dengan tergesa-gesa, seolah berusaha meyakinkan hati si penulis bahwa ia tak salah memilih langkah.

Kurang lebih seperti ini isinya:

-------------------------------------------------------------------------------------------

IKUT UNNES GIAT ====== Maybe one day you’ll understand why.

                               Everything happen for a reason.

Jangan takut, Mar. Masa depan hanya menakutkan di kepalamu saja.

Apapun yang terjadi, nggak papa, itu pilihanmu.

Semoga Allah selalu menguatkanmu.

------------------------------------------------------------------------------------------

 

 

So, have you found that reason?  Yes, I did. More than a reason.

Setelah 4 bulan terlewati, saya menyadari bahwa ada lebih dari sekedar satu alasan mengapa garis interaksi kita semua bertemu di Sepakung. Bukankah sudah kutulis di awal, bahwa dari setiap orang kita bisa belajar sesuatu. Maka kali ini, izinkan tulisan ini menyampaikan pesan berbintang dari sekelompok manusia tak saling kenal yang ditakdirkan (dipaksa) bersama selama empat bulan di desa orang.

 





Disclaimer: Pesan ini memang sebagian besar saya ambil dari pesan berbintang di WhatsApp saya, sebagian dari keseharian kita. Jangan terlalu serius ditanggapi, ada yang jokes, ada yang real. Sekian, terima amplop.

 

“Sekasar-kasarnya ucapanmu, jangan kasar ke perempuan, demikian aku diajarkan.” (Warga Path a Moon)

 

“Kalau bisa nanti, kenapa harus sekarang?” (Pecinta seblak)

 

“Nikmat mana lagi yang kau dustakan, ketika kamu bisa mandi dan nyuci tanpa antri, 

ketika pakaianmu kering dalam sehari?” (Pacar Jaehyun)

 

“Sudah jomblo, jompo pula.” (Mbak eh salah, Mbah Maryati)

 

“Kamu ingin bahagia? Gampang! Beli aja micin selusin.” (Mbak Happy Virus)

 

“Kalau bisa tidur gasik, kenapa harus begadang?” (Cirambay Lovers)

 

“Kenapa harus marah-marah kalau marah ngga bisa menyelesaikan masalah?”

 (Master of Peracian)

 

“Jodoh nggak akan tertukar. Bisa saja sedang terdampar.” (Food lovers)

 

“Mau kuberitahu apa yang lebih penting dari komunikasi? Pemahaman. Orang-orang

bisa membangun komunikasi yang baik, tapi percuma kalau tidak saling memahami.”

 (Silencer)

 

“Dag dig dug is nothing, but comfort is something.” (Mrs.S)

 

“Kita memang tidak boleh berhias berlebihan, tapi bukan berarti kita boleh tampil lusuh di hadapan orang-orang.” (Coin Saver)

 

“Bukan melawan takdir, tapi mengusahakan takdir,” ucap Ahli Reparasi yang enggan jadi pemimpin, padahal diam-diam mengantongi sehektar jiwa leadership.

 







“I’m not holding back the tears, but it can’t be expelled.” (Warga Kota Batik)

 

“Berbahagialah jika laki-laki menegur caramu berpakaian, karena mereka lebih tahu 

bagaimana mata laki-laki berfungsi.” (Boy of Boyolali)

 

“Love isn’t easy to describe. Let make it an art.” (Mbak Malam)

 

“Kamu nggak suka pedas? Fix, hidupmu kurang berwarna.” (Pecinta Pedas)

 

“Terima kasih, karenamu aku bisa melihat setan tanpa perlu punya kemampuan indra keenam.” (Twitter)


"Apa yang lebih sulit daripada mencari kutu di dalam beras? Mencari topik obrolan cuy" (Tau lah ya)


“Tidak ada yang sia-sia. Nasi basi pun bisa dimakan ayam.” (Parfume Addict)

 

“Kalau bisa gratis ongkir, kenapa harus bayar?” (Shopee Lovers)

 

Mau tau apa yang lebih tinggi dari Telomoyo? Ekspektasi pada anak pertama.” 

(Bukan ragil)

 

“Apa yang lebih indah dari matahari terbit di Sepakung? Permisii paket.” 

(Mbak-mbak olshop)

 

“Kalau saya bisa, kenapa harus orang lain?” (Si rajin bersih-bersih)

 

“Kalau dia bisa, kenapa saya tidak, ya dia aja.” (Tim Mager)

 

“Aku senang bersama anak-anak, sebab mereka polos dan apa adanya, tidak mengada-

ada.” (Penikmat Aoka)

 

“Satu-satunya cara untuk bertahan di tengah orang-orang  gila adalah dengan ikut 

menjadi gila.” (Kesebelasan yang rempong)

 

“Aku duluan yah yang ke kamar mandi, aku jamin aku jauuh lebih kebelet daripada 

kamu. Blam suara pintu.” (SiCepat Express)

 

“Dari KKN aku belajar, cara mandi kilat dan makan yang pedas. Tapi yang utama, aku 

belajar sabaaaaaaaarrrrr.” (Fans Tulus)




“Ingin mandi damai sentausa sejahtera? Mandilah saat orang-orang masih terlelap.” 

(Tau lah ya)

 

“Isilah waktu gabutmu dengan makan dan tidur. Aku jamin, gabutmu hilang.” 

(Gabuters)

 

“Hiduplah seperti Lerry.” (Warga Kota Batik)

 

“Jangan lakukan sekarang kalau masih bisa dilakukan besok.” (Squidward Panutanku)

 

“Bersih tidak akan ada tanpa kotor dan kotor tidak akan ada tanpa bersih.” (Spongebob Idola Kita)

 

 

----------------------------------------------------------------

 

Terima kasih sudah membaca hasil kegabutan ini.  

Tambahi kalau kamu ada kata-kata lagi ya Sobat KKN (Kuliah, Kerja, N......?)

Thanks a lot, I learn a lot.

Versi serius akan segera terbit.

 

Sekian, terima tunai, menolak rindu.

 

 

Bumiayu, 11 Juli 2022

 

 

 

 

 Bonus


Ini kan yang paling kalian rindukan?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

[History #1] Hubungan Sriwijaya dan Mataram Kuno

Menjadi Guru SMA

Anak Sulungku: Catatan 20-an