Enigma: Sebuah Teka-Teki

 

Enigma: Sebuah Teka-Teki

 

Mereka, tokoh film itu

Berlarian di sepanjang jalan

Meniti jembatan

Di bawah gerimis malam

Berbagi tawa

Menari bersama

 

Bau tanah menguar

Tetesan air yang tampak segar

Membasahi semak belukar

Dua sejoli berteduh di bawah mercusuar

 

Mereka tersenyum lebar

Mengapa pula aku yang berdebar?

 

Mereka yang hujan-hujanan

Mengapa pula aku yang deg-degan

 

Inikah keajaiban seni?

Entahlah, masih teka-teki

Abu-abu dan tak pasti

 

 



 

⸻Bumiayu, 21 November 2020










---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------





@maratuss_sholekha


p.s:

Jadi, siapa castnya?








----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------




Entahlah saya hanya ingin bercerita saja. Jadi,yang hujan-hujanan dalam tulisan di atas sana bukan mereka yang di foto ini ya. Foto ini sekedar intermezzo (Karena tidak mungkin kupajang di Instagram, hehe)


Kalau boleh bercerita, suatu malam saat inaugurasi maba tahun 2019 lalu, saya mengabadikan beberapa moment dalam galeri handphone saya. Saat itu saya hanya asal jepret saja pokoknya. Entah berapa banyak saya tak sempat merapikannya. Di antara sekian banyak foto, saya tertarik dengan satu foto. Ternyata mbak dan masnya masih ada di depan saya. Sepertinya mereka tidak saling mengenal, hanya kebetulan mendapat lampion yang sama. Tapi di mata saya, fotonya unik saja, apapun cerita di baliknya. Saya bahkan tidak tahu siapa mereka berdua, bahkan hingga sekarang . Terima kasih mas dan mbaknya (entah siapa).



Tidak penting ya? Hehe saya hanya ingin bercerita...

Jadi, kesimpulannya... 

Ya, masih teka-teki siapa mas dan mbak berdua ini.












Quotes of the Day:

" Foto yang bagus adalah yang tidak disengaja (apaan?)."

Foto yang menangkap momen yang tidak direncanakan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[History #1] Hubungan Sriwijaya dan Mataram Kuno

Menjadi Guru SMA

Anak Sulungku: Catatan 20-an