[Her Story #6] Jangan Pelit
Her Story Not HisStory #6
Jangan Pelit
Suatu sore di sebuah kajian di
kampus biru.
Sang ustad bertanya pada jamaahnya,
“Adik-adik tahu tidak, siapa orang
yang paling pelit?”
Semua terdiam.
Dalam benak masing-masing muncul beberapa
jawaban.
“Orang pelit?”
“Mungkin yang nggak pernah
sedekah?” (Suara hati pemuda takmir masjid)
“Mungkin yang nggak pernah ikut
kerja bakti?” (Suara hati anak organisasi)
“Mungkin yang nggak pernah
memberi sumbangan?” (Suara hati mahasiswa pegiat bansos)
“Mungkin yang nggak pernah
traktir teman.” (Suara hati mahasiswa di akhir bulan)
“Mungkin yang nggak pernah berbagi
makanan dengan teman.” (Suara hati anak kost sepertinya)
Sang ustad menjawab,
“Orang yang paling pelit adalah
yang tidak membaca doa sebelum makan.”
“Dia tidak ingat, bagaimana
makanan itu bisa sampai pada dia? Ada pak tani menanam padi. Ada ibu-ibu memetik
sayur. Ada pak sopir pengangkut beras. Ada pekerja pabrik pembuat rice cooker.
Ada pedagang menjual sayuran. Ada ibu-ibu warteg yang memasak makanan. Ada abang
ojol yang mengantar makanan. Sampai sejauh itu. Ada banyak orang di balik
makanan yang kita santap. ”
“Jadi, yuk mari kita berdoa sebelum
dan sesudah makan. Biar berkah makanan kita, menjadikan pahala, dan memberi
kesehatan untuk kita. Masih ingat kan doanya?”
“Jangan pelit-pelit ya...Baca bismillah dan berdoa”


Komentar
Posting Komentar