[Lensa #1] Foto Background Biru

 [Lensa #1] Foto Background Biru



Sky Blue


Kenapa? Lho ini kan foto background biru juga?

Ngga salah kan ya?






You don't need any filter




Di bawah langit yang sama





So, I say a little prayer
And hope my dreams will take me there
Where the skies are blue
To see you once again, my love
Overseas from coast to coast
To find a place I love the most
Where the fields are green
To see you once again


(Westlife-My Love)






“Karena langit adalah candu ketika jenuh datang melanda. Membuat mu merasa ada yang mengerti mu ketika dunia menatap mu berbeda”
― Rohmatikal Maskur




“Perihal rasa, kadang kita tak tau bagaimana cara merubahnya menjadi kata per kata. Tapi langit berbeda, aku hanya perlu memandanginya tanpa berkata. Lalu pulang dengan perasaan lega.”
― nom de plume





“Di kolong langit
Kau adalah doa,
Aku orang buta.
Di sajak para Raja
Kau adalah permaisuri
Dan aku, sang sufi pada ayunan sepi”
― Andra Dobing





“Kadang aku menyimpan beberapa rindu dibalik awan. Tak perlu mencabik-cabik cakrawala untuk mencarinya, karena hujan akan membawanya jatuh atau turun sebagai udara yang kita hirup.”
― nom de plume





“Manakala hidup terasa menjepit
Tengadahlah ke langit
Di sana kau akan melihat
Bebanmu menyusut berjuta kali lipat”
― Sam Haidy





“Menatap langit sering kali sama seperti menatap diri sendiri. Karenanya bagi kami langit adalah metafora. Cara menyampaikan apa yang kadang terasa begitu aneh untuk di ungkapkan secara gamblang”
― Rohmatikal Maskur





“Langit tak lagi mendung
Langit tak lagi biru
Begitu bergejolak langit ini, seperti tuhan tidak mentakdirkan kau denganku.”
― Zakiyahdini Hanifah




"Tiada awan di langit yang tetap selamanya.
Tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca. 
Sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan. 
Kehidupan manusia serupa alam."

(R.A Kartini)




"Lokasi lahir boleh di mana saja, tapi lokasi mimpi harus di langit."

(Anies Baswedan)






"Di atas kita kini langit, di atas kita nanti tanah."
(Pidi Baiq)






“Saat itu langit menyerupai segerombol gumpalan kapas putih. Terkadang aku cukup bingung untuk berbagi pada siapa, tentang langit-langit yang seperti ini.”
― nom de plume














------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


p.s:

Foto background biru versi saya, silahkan kamu boleh protes, hehe.





Bumiayu, 26 Desember 2020

@maratuss_sholekha










Komentar

Postingan populer dari blog ini

[History #1] Hubungan Sriwijaya dan Mataram Kuno

Menjadi Guru SMA

Anak Sulungku: Catatan 20-an