[Her Story #4] Apa Kabar Resolusi

 

Her Story Not HisStory #4

 

Apa Kabar Resolusi?
 

    Halo, apa kabar? Diri dan resolusi. 2020, masih terrsisa beberapa hari. Penghujung tahun sudah di depan mata. Apa kamu merasa masih begini-begini saja? Hehe sama.

    Hayo siapa yang awal tahun lalu sudah menyusun resolusi 2020, apa kabar resolusimu? Mungkin kamu menulis, tahun ini aku harus ikut voluntering. Tahun ini aku perlu nabung untuk beli sepeda. Tahun ini aku akan wisuda. Tahun ini aku akan memulai berwirausaha. Semoga tahun ini bisa masuk kampus A. Tahun ini aku akan rutin puasa sunah. Tahun ini aku akan rutin sedekah bulanan. Apapun itu semogamu. Semoga-semoga dan harap-harapmu tahun ini, apa kabarnya?


    Menjelang akhir tahun, rasanya ada hal-hal yang perlu kita tinjau ulang. Sudahkah target-target tercapai atau minimal ada sedikit progres? Apakah saya sudah menjalani tahun ini dengan cukup baik? Apakah diri ini tumbuh semakin baik atau justru sebaliknya? Sudah berapa target yang terceklist tahun ini? Apa yang harus saya persiapkan untuk tahun depan? Pertanyaan-pertanyaan reflektif yang mestinya hanya kita sendiri yang bisa menjawabnya dengan jujur. Perihal perkembangan diri dan aktualisasi.

 

    Target-target, resolusi, tujuan-tujuan, capaian-capaian yang kita impikan dulu di awal tahun, kembali dipertanyakan. Rencana demi rencana yang kita tulis, berhadapan dengan realita alias kenyataan. Beberapa sukses terlaksana, mungkin yang lain masih tertunda. Tidak apa, asal kita masih  terus mengupayakannya.

 

    Hari-hari yang kita lalui di tahun 2020 ini, apakah saya  yang sekedar bermain-main atau memang mengaktualisasi diri?

 

    Sudah jadi rahasia bersama, tahun ini  memang berbeda. Tapi mau bagaimanapun juga, inilah kenyataannya. Pilihan kita menerima atau terjebak dalam duka? Ya, benar nyatanya, saya tidak memungkiri ada keluh kesah, ada sedih, dan air mata. Tentang hal-hal yang terhapus dari rencana. Apakah semua suka duka yang kita lalui itu mendewasakan kita? Atau malah melenakan kita terpuruk pada kubangan air mata? Hanya Anda yang bisa menjawabnya.

 

    Resolusi perlu ditanyakan, ditilik ulang, diperbarui, dan tentu saja diupayakan. Selagi ada kesempatan. Seseorang yang punya tujuan dan target tentu akan berbeda dengan yang hanya membiarkan hidupnya mengalir begitu saja. Mereka yang punya target setidaknya mempunyai gambaran tentang apa yang harus dilakukan dan iming-iming manisnya pencapaian. Resolusi, target, impian, tujuan, progres, rencana atau apapun kamu menyebutnya adalah pemicu yang membuatmu melangkah. Sebuah proses perlu bahan bakar. Jika kita tak punya tujuan, hanya membiarkan semuanya terjadi begitu saja, kita mudah lalai. Tidak tahu sampai mana perkembangan diri. Tidak tahu hal-hal apa yang perlu diperbaiki. Hanya mengalir saja, seperti air. Saya ingat pesan Ustadz Salim A. Fillah,”Orang yang membiarkan hidupnya mengalir begitu saja, apakah ia sadar bahwa air selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah?” Nah lho, jadi tujuan itu penting bukan? Apakah kamu akan membiarkan diri ini mengalir seperti air? Berjalan begitu saja tanpa ada makna? Entah ke mana tujuannya.

 

    Jadi, di akhir tahun ini, saya kembali mempertanyakan resolusi yang saya impikan awal tahun ini. Sebagai pengingat diri, kenali yang harus diperbaiki, sejauh mana saya mengembangkan diri? Sebagian sudah saya ceklis, Alhamdulillah tercapai. Sekecil apapun kebaikan dan pertumbuhan itu akan berguna bagi kita.

    Saya tidak hendak berbicara bahwa resolusi, tujuan, rencana atau apapun itu harus sesuatu yang besar sampai mengubah dunia. Tidak. Sekecil apapun  perbaikan yang kita lakukan akan membawa kebaikan bukan? Hal-hal kecil seperti membiasakan menabung, membiasakan makan sehat, mengunjungi teman, dan sebagainya juga bisa jadi bagian dari resolusi. Kalau kamu masih ingat pesan ini,”Orang beruntung adalah ia yang hari ini lebih baik dari hari kemarin. Orang yang rugi adalah orang yang hari ini sama dengan hari kemarin. Orang yang celaka adalah orang yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin.” Akhirnya kembali pada pilihan masing-masing. Ingin perbaikan, santai saja, atau masih sama seperti tahun lalu?

 

    Seorang muslim harus punya tujuan. Hidup ini kesempatan. Jangan disia-siakan. Setelah ini lalu apa, setelah begini lalu bagaimana? Setiap waktunya, setiap detiknya adalah rahmat Allah yang tidak boleh ia biarkan berlalu saja. Jangan biarkan diri ini terlambat menyadari betapa mahalnya nilai waktu. Nanti tahun demi tahun berlalu, lalu menyesali, “Harusnya dulu saya begini, saya begitu.”

 

    Selagi masih sempat, masih sehat, masih muda pula, susunlah rencanamu, tujuan, impian, resolusi, dan targetmu. Memang benar, manusia merencanakan, Tuhan yang menentukan. Tapi setidaknya dengan rencana, resolusi atau apapun itu kita bisa terus berupaya.

 

Jadi, apa kabar resolusimu⸻dan saya juga tentunya⸻?

 

 

 

 

 


⸻Kanigara





                                                                                                                     Bumiayu, 9 Desember 2020












@maratus_sholekha

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



How Are You This Morning?


Muhammad bin Wasi' pernah ditanya, "Bagaimanakah kabar Anda pagi ini?" 

Beliau pun menjawab,"Ajalku semakin dekat, angan-anganku terlalu panjang sementara amalanku sangatlah buruk."


 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[History #1] Hubungan Sriwijaya dan Mataram Kuno

Menjadi Guru SMA

Anak Sulungku: Catatan 20-an